Ringkasan Siroh Nabawiyah

Ringkasan Siroh Nabawiyah

A. Kehidupan Bangsa Arab

  1. Posisi dan Kaum-Kaum Bangsa Arab

Merurut bahasa Arab berarti padang pasir, tanah gundul dan gersang yang tiada air dan tanamannya. Jazirah Arab dibatasi laut Merah dan Gurun Sinai disebelah barat, di sebelah timur dibatasi teluk Arab dan sebagian besar negaar Iraq bagian selatan, sebelah selatan dibatasi laut Arab, dan sebelah utara dibatasi negeri Syam. Dengan kondisi tersebut Jazirah Arab bagaikan benteng pertahanan yang sangat kokoh .

Ditilik dari silsilah keturunan dan cikal bakalnya para sejarahwan membagi kaum-kaum bangsa Arab menjadi tiga bagian, yaitu :

a. Arab Ba’idah yaitu Arab terdahuku misalnya Ad, Tsamud,Thasm,Judais, Amlaq.

b. Arab Aribah yaitu berasal dari keturunan Ya’rub bin Yasyjub bin Qahthan atau Arab Qahthaniyah.

c. Arab Musta’ribah yaitu dari keturunan Ismail عليه سلم

  1. Kekuasan dan Imarah Bangsa Arab

Bangsa Arab terbagi menjadi kabilah-kabilah yang cukup banyak, setiap kabilah mempunyai pemimpin yang wajib ditaati kaumnya. Selain Kabilah masih ada kerajaan yang pemimpinnya adalah Raja dan mempunyai misalnya Kerajaaan Yaman, Ghassan , Hirah. Ghassan adalah sekutu Romawi dan Hirah adalah sekutu Persia.

Sejarah Kota Mekkah Al Mukarromah

    Kota Mekkah didirikan oleh Ibrahim عليه سلم. Ibrahim عليه سلم berasal dari negeri Iraq dari daerah yang bernama Ar kemudian Ibrahim bersama istrinya Sarah hijrah menuju Palestina kemudian ke Mesir. Di Mesir Ibrahim عليه سلم menikah dengan Hajar. Kemudian Alloh merintahkan kepada Ibrahim عليه سلم untuk membawa hajar dan Ismail ke Hijaz daerah Makkah yang masih tandus dan gersang , hingga pada akhirnya Makkah menjadi kota dengan air Zamzamnya. Dikota inilah keturunan Ismail yang dikaruniai 12 anak yaitu Nabat, Qidar, Abda’il, Mabsyan, Masyma’, Duma, Misya, Hadad,Yatma, Yathur, Nafis dan Qaidaman.

    Agama Bangsa Arab

      Mayoritas bangsa Arab mengikuti agama Ismail عليه سلم dan ayahnya Ibrahim عليه سلم, namun lama-kelamaan agama Ismail banyak ditinggalkan dan ternodai kemusrikan walaupun masih ada sisi tauhid dan beberapa syiar agama Ibrahim, hingga muncullah Amr bin Luhay dari Bani Khuza’ah, ketika ia melakukan perjalanan menuju Syam ia melihat orang-orang Syam menyembah berhala, maka ia pulang ke negeri Arab membawa Hubal dan diletakkan di dalam Ka’bah.

      Setalah itu ia mengajak kaumnya menyembah Hubal. Ada lagi berhala Manat yang diletakkan ditepi laut Merah, Lata di Tha’if dan Uzza di Wady Nakhlah. Bangsa Arab ber qurban kepada selain Alloh, mempercayai Peramal ( Arraf ) , ahli nujum, percaya pada ath thiyarah yaitu menentukan nasib sial dengan pertanda hewan dan percaya adanya hari sial dan hari baik.

      Di sebelah utara mayoritas beragama Nasrani dan di sebelah timur mayoritah beragama Majusi dan sebagian kecil beragama Yahudi.

      B. Masa Kelahiran Dan Sebelum Kerosulan Muhammad صلى الله عليه وسلم

      Kelahiran Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم

        Gubernur yang berkuasa di Yaman yaitu Abrahah Ash Shabbah Al Habsy membangun Gereja di Shan’a untuk menandingi ka’bah dan bertujuan mengalihkan perhatian orang-orang Arab agar mengunjungi Gereja tersebut, tapi rencana tersebut tidak membuahkan hasil.

        Seorang dari Bani Kinanah masuk ke Gereja tersebut dan melumurinya dengan kotoran, sehingga Abrahah marah besar dan menyiapkan pasukan yang berjumlah enam pulu ribu prajurit dan beberapa gajah pilihan sebagai tunggangan untuk menyerang Ka’bah. Tapi Alloh سبحانه وتعال menyelamatkan Ka’bah dengan mengirim segerombolan burung, yang setiap burung membawa 3 buah batu yang terbuat dari tanah yang dibakar di api Neraka. Peristiwa tersebut dikenal Tahun Gajah atau tepatnya bulan Muharram, lima puluh atau lima puluh lima hari sebelum kelahiran Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم atau awal bulan maret 571 M.

        Rosululloh صلى الله عليه وسلم dilahirkan ditengah keluarga Bani Hasyim yang terhormat dikalangan bangsa Arab karena Bani Hasyim bertugas menjamu dan memberi air minum bagi orang-orang yang melaksanakan ibadah Haji. Dilahirkan pada hari senin pagi, tanggal 9 Rabi’ul Awwal, permulaan tahun dari peristiwa gajah dan empat puluh tahun dari kekuasaan Kisra Anusyirwan atau tepatnya 20 atau 22 bulan April tahun 571 M[1]. Dari seorang ayah bernama Abdulloh dan ibu yang bernama Aminah.

        Nasab Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم

          Nasab beliau diperselisihkan para ulama dari Adnan sampai Nabi Adam عليه سلم, Adapun pendapat yang rojih adalah sebagai berikut:

          Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr ( Quraisy) bin Malik bin An Nadhar bin Kinanah binKhuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan bin Ud bin Hamaisa bin Salaman bin Aush bin Bauz bin Qimwal bin Ubay bin Awwam bin Nasyid bin Haza bin Baldas bin Yadlaf bin Thabikh bin Jahim bin Nahisy bin Makhy bin Aidh bin Abqar bin Ubaid bin Ad Da’a bin Hamdan bin Sinbar bin Yatsriby bin Yahzan binYalhan bin Ar’awy bin Aidh bin Daisyan bin Aishar bin Afnad bin Aiham bin Muqshir bin Nahits bin Zarih bin Sumay bin Muzay bin Iwadhah bin Aram bin Qaidar bin Ismail bin Ibrahim bin Tarih (Azar) bin Nahur bin Saru’ bin Sarugh bin Ra’u bin Falakh bin Aibar bin Syalakh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh bin Lamk bin Matausyalakh bin Idris bin Yard bin Mahla’il bin Qainan bin Yanisya bin Syaits bin Adam عليه سلم.

          Peristiwa-Peristiwa Penting Sebelum Nubuwah

            a. Meminta Hujan dengan Wajah Beliau صلى الله عليه وسلم

            Ibnu Asakir mentakhrij dari Julhumah bin Arfathah bahwa Makkah pernah dilanda paceklik kemudian Abu Tholib keluar bersama muhammad صلى الله عليه وسلم yang masih kecil. Abu Tholib mengangkat beliau dan menempelkan punggung beliau pada dinding Ka’bah sambil berdoa kepada Alloh سبحانه وتعال . untuk menurunkan hujan, seketika langit mendung dan menurunkan hujan.

            b. Bahira Sang Rahib

            Muhammad diajak paman beliau berdagang kenegeri Syam, Sorang Rahib bernama Bahira mengisyaratkan kepada AbuTholib akan kenabian keponakannya tersebut. Sehingga Abu Tholib menyuruh pembantunya untuk mengajak pulang terlebih dahulu karena khawatir terhadap keselamatan beliau dari orang-orang yahudi dan Romawi.

            c. Menikah dengan Khadijah

            Muhammad صلى الله عليه وسلم menikah dengan Khadijah dengan maskawin duapuluh ekor unta muda. Dari Khadijah beliau mendapatkan enam orang anak yaitu Al Qasim, Ruqayah, Ummu Kultsum, Fathimah dan Abdulloh.

            C. Masa Kerasulah dan Dakwah Muhammad صلى الله عليه وسلم

            Periode dakwah Rosululloh صلى الله عليه وسلم di Makkah terbagi menjadi tiga yaitu :

            Dakwah Secara sembunyi-sembunyi

            Beliau menerima wahyu pertama pada umur kurang lebih 40 tahun di gua Hira yang terletak di gunung Jabal Nur kurang lebih dua mil dari Makkah, terlepas dari berbagai perbedaan pendapat bahwa yang rajih Al Quran diturun pada malam dua puluh satu bulan Ramadhan pada hari senin sebagaimana Firman Alloh:

            إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴿١﴾

            Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan”

            .(QS .Al Qadr :1)

            Lailatul Qadr terjadi hanya pada tanggal 21.23.25.27 atau 28 Bulan Ramadhan tidak tanggal 17. Rosululloh صلى الله عليه وسلم pernah ditanya mengenai puasa hari senin beliau menjawab,”Pada hari inilah aku dilahirkan dan pada hari ini turu wah (pertama) kepadaku.”( HR. Muslim 1/368 ; Ahmad, 5/299) .

            Berdasarkan penelitaan Ilmiah bahwa hari senin bulan Ramadhan tahun tersebut jatuh pada tanggal 7, 14, 21, 28 sehinggga dari empat tanggal tersebut malam ganjil terakhir bulan Ramadhan adalah tanggal 21 berdasarkan Firman Alloh Surah Al Qadr ayat satu, Walaupun Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan maksud dari ayat tersebut adalah diturunkannya Al Quran dari Lauh Mahfuzh ke baitul Izzah (langit dunia) . Sedangkan Ayat pertama kali yangditurunkan adalah :

            اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ﴿٣﴾ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿٤﴾ عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿٥﴾

            Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.

            Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.

            (QS. Surat Al Alaq : 1-5)

            Dengan turunnya ayat yang mulia ini maka mulailah muhammad صلى الله عليه وسلم mengemban tugas yang berat tapi penuh kemulian sebagaimana diisyaratkan oleh paman Khadijah yang bernama Waraqah bin Naufal bahwa Muhammad akan seperti Musa dimusuhi kaumnya. Rosululloh صلى الله عليه وسلم mulai dakwah dengan sembunyi-sembunyi kepada keluarga beliau dan teman-teman dekat beliau. Dalam Tarikh Islam, orang-orang yang pertama-tama masuk Islam disebut As Sabiqunal Awwalun mereka adalah Istri tercinta beliau Khadijah, Zaid bin Haritsah, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar Ash Shiddiq , mereka masuk Islam pada hari pertama dimulainya dakwah, kemudiaan Abu Bakar Menyerukan Islam pada karib kerabatnya maka masuklah Utsman bin Affan, Az Zubair bin Al Awwan, Abdurrahman bin Auf, Sa’d bin Abi Waqqash, Thalhah bin Ubaidillah.

            Kawanan lain yang masuk Islam adalah Bilal bin Rabbah, Abu Ubaidah Amir bin Al Jarrah, Bani Al Harits bin Fihr, Abu Salamah bin Abdul Asad, Al Arqam, Utsman bin Mazh’un dan kedua saudaranya, Qudamah dan Abdulloh, Ubaidah bin Al Harits Sa’id bin Zaid, Fathimah binti Khaththab, Khabbab bin Al Aratt, Abdullah bin Mas’ud dan banyak lagi yang tak tersebutkan karena mereka masuk Islam secara sembunyi-sembunyi. Ibnu Hisyam menghitung jumlah mereka lebih dari empat puluh orang.

            Sebelum Isra’ Nabi صلى الله عليه وسلم pernah diwajibkan sholat dua rakaat pada pagi dan petang hari sebagaiman firman Alloh,

            فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

            Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan

            mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu

            pada waktu petang dan pagi”

            (Q.S Al Mukmin:55)

            Nabi صلى الله عليه وسلم dan sahabatnya pergi ketempat yang terpencil untuk sholat agar tidak di lihat kaumnya. Setelah melihat beberapa kejadian maka orang-orang Quraisy mulai mengetahui dakwah Islam, tapi mereka tidak ambil peduli karena mengira Muhammad hanya salah seorang yang berbicara masalah agama sebagaimana Umayah bin Ash Shallat, Qus bin Sa’idah dan lainnya .Tapi lama -kelamaan orang-orang Quaraisy mulai menaruh curiga dan khawatir terhadap dakwah beliau, namun dakwah secara sembunyi-sembunyi terus berlangsung sampai tiga tahun dari masa nubuwah.

            Dakwah Secara Terang-Terangan

              Wahyu pertama yang turun dalam masalah ini adalah,

              وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

              “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,”

              (Q.S As Syu’ara :214)

              Dengan turunnya ayat ini maka Nabi صلى الله عليه وسلم menyeru kepada Bani Hasyim dengan cara mengundangnya, jumlahnya ada empat puluh lima orang tapi sebelum beliau bicara Abu Lahab sudah angkat bicara dan menghardik Rosululloh صلى الله عليه وسلم, namun Rosululloh صلى الله عليه وسلم hanya diam saja . Kemudian Rosululloh صلى الله عليه وسلم mengundang untuk kedua kali dan tidak ada satupun yang menerima dakwah beliau bahkan Abu Lahab tetap mencela dan menghardik Rosululloh صلى الله عليه وسلم, tapi Rosululloh mendapat pernyataan perlindungan dan dukungan dari pamannya Abu Thalib walaupun Abu Thalib sendiri enggan masuk Islam, Abu Thalib Berkata “ Demi Alloh kami tetap akan melindunginya selagi kami masih hidup.” [2]

              Dalam Shahih Al Bukhari diriwayatkan bahwa Rosululloh صلى الله عليه وسلم naik kebukit Shafa dan menyeru kepada penduduk Makkah dengan seruan Islam, diantara mereka ada yang mengingkari bahkan pamannya sendiri Abu Lahab berkata , “ celakalah engkau untuk selama-lamanya . Untuk inikah engkau mengumpulkan kami?”

              Lalu turunlah ayat ,

              تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ ﴿١﴾ مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ ﴿٢﴾ سَيَصْلَى نَاراً ذَاتَ لَهَبٍ ﴿٣﴾ وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ ﴿٤﴾ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍ ﴿٥﴾

              “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.

              Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.

              Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

              Dan (begitu pula) isterinya, pembawa kayu bakar.

              Yang di lehernya ada tali dari sabut”.

              (Q.S Al Lahab : 1-5)

              Rosululloh صلى الله عليه وسلم terus menyeru pada Islam hingga seantero Makkah tanpa rasa takut sedikit pun sehingga turunlah ayat,

              فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ ﴿٩٤﴾

              Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang

              diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik”.

              (Q.S Al Hjr :94)

              Dakwah beliau menyeru pada Tauhid yang murni bebas dari syirik khurafat. Orang Quraisy marah karena makna iman yang beliau dakwahkan menafikan terhadap uluhiyah selain Alloh سبحانه وتعال . Orang –orang kafir Quraisy memperingatkan kepada orang-orang berhaji untuk tidak mendengarkan dakwah beliau karena Rosululloh صلى الله عليه وسلم memanfaatkan musim haji untuk berdakwah kepada mereka yang berasal dari luar kota Makkah. Tatkala orang-orang kafir Quraisy mengetahui bahwa Muhammad tidak menghentikan dakwahnya maka mereka melakukan berbagai cara mengimidasi beliau dengan cara sebagai berikut :

              1. Ejekan, penghinaan, olok-olok dan penertawaan sebagaimana firman Alloh,

              وَقَالُواْ يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ ﴿٦﴾

              “Mereka berkata: “Hai orang yang diturunkan Al Qur’an kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila”.

              (QS Al Hijr :6)

              1. Menjelek-jelekkan ajaran beliau, membangkitkan keragu-raguan, mereka berkata dan diabadikan dalam Al Quran,

              وَقَالُوا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلَى عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً ﴿٥﴾

              Dan mereka berkata: “Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang.”

              (QS. Al Furqon :5)

              1. Melawan Al Quran dengan dongeng zaman dahulu agar mereka meninggalkan Al Quran . Dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa An Nadhr membeli beberapa penyanyi perempuan untuk memalingkan orang dari mendengar AlQuran sebagaimana firman Alloh :

              وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُواً أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ ﴿٦﴾

              “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (Q.S Luqman:6)

              Dengan dalil tersebut Ibnu Abbas dan Jumhur Ulama mengharamkan Nyanyian dan Musik.

              1. Menawarkan pilihan kepada Nabi. Ibnu Ishaq meriwayatkan bahwa Al Aswad bin Al Muthalib menawarkan bila Nabi صلى الله عليه وسلم mau menyembah berhala maka kaum Al Aswad mau menyembah Alloh, maka Alloh menurunkan Surah Al Kafirun.

              Selain hal diatas orang-orang kafir Quraisy terus menekan Nabi dan sahabat-sahabatnya yang mulia. Dalam berdakwah beliau menggunakan rumah Al Arqam sebagai pusatnya berkumpul bagi para muslimin , sehingga rumah Al Arqam dikenal sebagai Darul Arqam.

              Berbagai tekanan semakin kuat sehingga Rosululloh صلى الله عليه وسلم memerintahkan sebagian sahabat utuk berhijrah ke Habasyah, pada bulan Rajab tahun kelima dari nubuwah terdiri dari dua belas laki-laki, empat wanita dan dipimpin Utsman bin Affan. Para sahabat ini diterima baik oleh Raja Najasyi dan pada Akhirnya Raja Najasyi masuk Islam.

              Hamzah dan Umar Masuk Islam

              Hamzah masuk Islam pada akhir tahun keenam dari nubuwah dan Umar masuk Islam tiga hari setelah Hamzah. Dengan keislamnan mereka berdua maka Islam semakin bersinar dan hal ini merupakan musibah besar bagi orang-orang kafir Quraisy. Kaum muslimin semakin percaya diri sehingga kaum muslimin berani sholat secara terangn-terangan di dekat Ka’bah setelah Umar masuk Islam.

              Pemboikotan Secara Menyeluruh

              Karena Bani Hasyim dan Bani Al Muththalib telah sepakat untuk melindungi Rosululloh صلى الله عليه وسلم ,maka Orang-orang Quraisy dari kabilah lainnya membuat sebuah kesepakatan untuk memboikot kedua kabilah tersebut. Yang isinya larangan menikah, jual beli, berteman , berkumpul, memasuki rumah, berbicara dengan Bani Hasyim dan Bani Al Muththalib, boikot tersebut tidak berlaku bila dua kabilah tersebut mau menyerahkan Muhammad صلى الله عليه وسلم untuk di bunuh , tapi keluarga Abu Thalib menolak hal tersebut, sehingga keluarga Abu Thalib merasakan penderitaan yang amat sangat. Pemboikoitan tersebut berlangsung selama tiga tahun. Piagam pemboikotan tersebut digantungkan pada dinding Ka’bah. Pemboikotan tersebut berakhir setelah piagam tersebut dimakan oleh rayap yang di utus oleh Alloh سبحانه وتعال

              Tahun Berduka

              Abu Thalib meninggal dunia pada bulan Rajab tahun kesepuluh dari nubuwah. Hal ini menyebabkan Rosululloh صلى الله عليه وسلم sangat berduka karena paman beliaulah yang telah membantu perjuangan beliau dalam berdakwah Islam, dan yang lebih menyakitkan Abu Thalib mati dalam keadaan Kafir. Kira-kira dua atau tiga bulan setelah Abu Thalib meninggal dunia , Ummul Mukminin Khadijah meninggal dunia pula, tepatnya pada bulan Ramadhan tahun kesepuluh dari nubuwah. Khadijah merupakan salah satu nikmat yang dianugrahkan Alloh kepada Rosululloh untuk menemani berdakwah. Kesedihan beliau bertambah lagi setelah dakwah beliau ke Thaif ditolak dan dilecehkan, beliau pulang tanpa ada seorangpun yang memberi pertolongan dan menghiburnya. Sehingga tahun tersebut di kenal sebagai tahun duka cita atau Amul Huzni.

              Dakwah Islam di Luar Makkah

              Pada setiap musim haji orang berbondong-bondong ke Makkah dari berbagai penjuru Arab untuk berhaji di Baitulloh, tidak tertinggal penduduk Yasrib ( Madinah) juga melakukan hal yang sama yaitu melakukan ibadah Haji , hal ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Rosululloh صلى الله عليه وسلم untuk berdakwah Islam kepada mereka, sehingga ada sebagian orang yang berhaji dari penduduk luar Makkah yangg menerima Islam , diantaranya adalah enam orang penduduk Yasrib dari kalangan Khazraj yaitu: As’ad bin Zurara, Auf bin Harits, Rafi’ bin Malik, Quthbah bin Amir, Uqbah bin Amir dan Jabir bin Abdullah.Mereka berenam sekembalinya ke Madinah membawa risalah Islam dan menyebarkannya. Pada tahun kesebelas dari nubuwah Rosulullh صلى الله عليه وسلم menikah dengan Aisyah.

              Isra’ dan Mi’raj

              Selagi Rosululloh صلى الله عليه وسلم dalam keadaan terjepit maka Alloh سبحانه وتعال memuliakan beliau dengan Isra; Mi’raj . Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan Isra’ Mi’raj , tapi para ulama hadist meriwayatkan rinciaan peristiwa ini seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Qoyim dalam Zadul Ma’bad dan diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dalam shahihnya, “ Rosululloh di Isra’ kan dengan jasad beliau dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis dengan menaiki Buraq disertai oleh Jibril, lalu mengimami sholat dengan para nabi dan Buraq diikatkan pada tali pintu masjid[3].

              Kemudian Jibril membawa Rosululloh menuju langit ketujuh,. Maka pintu langit pertama dibuka dan bertemu Adam عليه سلم, lalu pintu langit kedua dibuka dan bertemu Yahya عليه سلم, langit ketiga bertemu Yusuf عليه سلم , langit keempat bertemu dengan Idris عليه سلم, langit kelima bertemu dengan Harun , عليه سلم langit keenam bertemu dengan Musa , عليه سلم langit ketujuh bertemu dengan Ibrahim عليه سلم, kemudian beliau naik ke Sidratul Muntaha lalu naik lagi ke Al Baitul Ma’mur lalu naik lagi menghadap Alloh hingga jaraknya tinggal dua ujung busur atau lebih dekat. Lalu Alloh mewahyukan kepada baliau sholat lima puluh kali , kemudian beliau turun hingga bertemu Musa yang menyuruh Rosululloh صلى الله عليه وسلم untuk minta keringanan dan Rosululloh صلى الله عليه وسلم naik lagi menghadap Alloh dan shalat dikurangai sepuluh hingga bertemu Musa lagi dan begitu seterusnya hingga kewajiban shalat tinggal lima waktu. Selama perjalanan tersebut beliau melihat hal-hal yang penuh hikmah dan pelajaran bagi umat beliau.

              Esok harinya Rosululloh صلى الله عليه وسلم telah berada ditengah kaumnya dan mengabarkan peristiwa tersebut hingga kaum beliau semakin menjadi-jadi dalam mengejek dan menghina beliau. Abu Bakar dijuluki “Shiddiq” karena langsung membenarkan kejadian ini selagi semua orang mendustakanya.

              Baiat Aqobah Pertama

              Baiat ini terjadi di Makkah di bukit Aqobah dengan dua belas penduduk Yatsrib pada musim haji . Setelah musim haji selesai Rosululloh صلى الله عليه وسلم mengutus Mush’ab bin Umair untuk ikut dengan rombongan penduduk Yatsrib dan berdakwah disana. Setelah kurang lebih berdakwah selama setahun Mush’ab pulang ke Makkah dan melapor pada Nabi صلى الله عليه وسلم bahwa Madinah telah kuat dan siap memmberi perlindungan.

              Baiat Aqobah Kedua

              Pada musim haji tahun ketiga belas dari nubuwah, kurang lebih tujuh puluh kaum muslimin Madinah melaksanaakan haji , kaum muslimin tadi berbaiat kepada Rosululloh صلى الله عليه وسلم dia bukit Aqobah pada malam hari pertengahan hari Tasriq. Dalam baiat tersebut terdiri dari tujuh puluh tiga laki-laki dan dua wanita dari Bani Mazin. Mereka semua berbaiat untuk taat kepada Rosululloh صلى الله عليه وسلم dengan cara berjabat tangan kecuali dua orang wanita hanya dengan perkataan, karena Rosululloh صلى الله عليه وسلم tidak pernah berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahramnya .[4]

              Rencana Pembunuhan Rosululloh صلى الله عليه وسلم

              Pada hari Kamis tanggal 26 Shafar tahun keempat belas dari nubuwah atau 12 September tahun 622 M para pemuka Quraisy melakukan pertemuaan di Darun Nadwah (tempat pertemuan para pemuka Quraisy), mereka mengkaji langkah paling jitu untuk menghentikan Islam. Setelah perdebatan sengit akhirnya usulan Abu Jahal diterima yaitu membunuh Rosululloh صلى الله عليه وسلم dengan para eksekutornya diambil dari setiap kabilah Quraisy sehingga diharapkan Bani Hasyim tidak akan menuntut balas. Ditunjuklah sebelas pemuda pilihan dari masing-masing Kabilah yang dipimpin Abu Jahal untuk membunuh Rosululloh صلى الله عليه وسلم. Alloh سبحانه وتعال mengutus Jibril untuk menyampaikan berita tersebut kepada Rosululloh.

              Alloh menyelamatkan Kholil Nya dari konspirasi jahat dengan mewahyukan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم untuk berhijrah ke Madinah , yang ditemani sahabt yangmulian Abu Bakar As Shidiq رضىالله عنه .


              [1] Sirah Nabawiyah hlm. 75

              [2] Sirah Nabawiyah hlm. 108

              [3] Yang pada akhirnya bekas dari Buraq ini diketahui oleh raja Herauclus dari penjaga Baitul Magdis

              [4] Shahih Muslim

              Tinggalkan Balasan

              Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

              Logo WordPress.com

              You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

              Gambar Twitter

              You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

              Foto Facebook

              You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

              Foto Google+

              You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

              Connecting to %s

              %d blogger menyukai ini: