Pemakaian kata “Gusti” di depan kata Alloh

Mungkin kita (terutama orang jawa) sering mendengar penggunaan kata “Gusti Alloh”.. dalam pidato ceramah atau khotbah dan sebagainya yang disampaikan oleh orang-jawa (bahasa jawa).lantas bagaimana menurut syariat tetang hal tersebut.

Tapi jujur saja saya belum menemukan jawaban yang cukup bagus, tapi ada baiknya kita diskusikan di sini sampai saya temukan jawaban yang bgus dan berdasarkan dalil dari al quran dan as sunnah.

kalau kata gusti itu berarat atau bermakna TUHAN maka mungkin tidak terlalu bermasalah besar,tetaip yang saya ketahui kata “gusti” juga di pakai oleh para bangsawan jawa , contoh  KGP Wirabumi (Kanjeng Gusti Pangeran )..nah..secara tidak langsung kita memeberi nama Alloh sama dengan nama manusia… wuih dosa besar thu…

Oleh karena itu kata gusti dalam penyebutan Alloh sangatlah baik jika di hilang kan saja karena

1. menambah nama Alloh tanpa dalil syar’i

2. menyamai dengan nama makhluk (baca = gelar keraton)

3. bisa terjerumus kepada bid’ah dan kesyirikan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: