RESUME ICT COMPETENCY STANDARDS FOR TEACHERS

Dalam lingkungan pendidikan dan pembelajaran teknologi dapat menjadikan siswa untuk:

  • Mampu menjadi pengguna teknologi informasi
  • Mencari informasi yang dibutuhkan
  • Memecahkan masalah yang dihadapi siswa
  • Menjadi komunikator
  • Menjadi warganegara yang baik

Melalui penggunaan teknologi dalam pembelajaran diharapkan pembelajaran tersebut lebih efektif dan menyenangkan, oleh karena itu guru ikut bertanggungjawab dalam penyelenggaraan pendidikan yang berbasis teknologi didalam kelas yang diampunya. Guru diharapkan untuk menerapkan dan melibatkan siswa dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran

Pengembangan profesional guru harus ditingkatkan, hal ini dilakukan untuk menjawab tantangan global yang mengharuskan pendidikan di sekolah-sekolah berbasis teknologi .

UNESCO akan memetakan standar pelatihan guru yang ada dan program pelatihan untuk  TIK –CST dari keahlian dalam upaya untuk merampingkan upaya global di bidang umum. Pengembangan UNESCO ICT-CST telah menjadi contoh kerjasama antara publik-swasta yang strategis untuk pembangunan yang lebih baik .

Kerangka Kurikulum

Dengan tiga pendekatan  sistem pendidikan berdasarkan kemampuan guru  melek teknologi, memperdalam pengetahuan, dan pengetahuan penciptaan dengan enam komponen yaitu sistem kebijakan, kurikulum, pedagogik, ICT, organisasi, dan pelatihan guru, kerangka kurikulum pendidikan dibuat untuk Standar Kompetensi ICT UNESCO untuk proyek Guru (CST ICT). Penjelasan rinci rancangan kompetensi guru, tujuan, dan metode untuk setiap modul disediakan dalam situs pendamping, yang dirancang khusus untuk penyedia pengembangan profesional dan guru . Tujuannya adalah agar pendidik mampu melaksanakan kurikulum teknologi yang di terapkan di sekolahnya. Komponen pertama kebijakan dan visi yang digunakan adalah dalam rangka ICT-CST. Artinya, diasumsikan bahwa suatu negara dimulai dengan satu atau lebih pendekatan khusus untuk reformasi pendidikan berdasarkan tujuan pembangunan ekonomi dan sosial.

Teknologi Literasi

Tujuan kebijakan dari pendekatan ini adalah untuk mempersiapkan peserta didik, masyarakat, dan tenaga kerja yang mampu mengambil teknologi baru sehingga dapat mendukung pembangunan sosial dan meningkatkan produktivitas ekonomi. Terkait kebijakan pendidikan antara lain untuk  meningkatkan sistem input  sekolah, membuat kualitas sumber daya yang tersedia memjadi bermutu, dan meningkatkan keterampilan keaksaraan dasar, termasuk didalamnya melek  teknologi.

Guru harus menyadari kebijakan dan dan aturan yang berlaku serta dapat menentukan bagaimana praktik dikelas yang sesuai dengan kebijakan dan aturan tersebut. Guru harus memiliki pengetahuan yang kuat tentang standar kurikulum mata pelajaran mereka, serta pengetahuan tentang prosedur penilaian standar. Selain itu, guru harus mampu mengintegrasikan penggunaan teknologi dan teknologi standar bagi siswa ke dalam kurikulum. Perubahan dalam praktek pedagogis melibatkan integrasi dari berbagai Teknologi, alat, dan konten sebagai bagian dari seluruh kelas, kelompok, dan kegiatan individu siswa untuk mendukung pembelajaran. Guru harus tahu di mana, dan bagaimana menggunakan teknologi untuk kegiatan kelas dan presentasi.

Teknologi yang terlibat dalam pendekatan ini meliputi penggunaan komputer beserta perangkat lunak dalam praktek, tutorial, dan konten web , dan penggunaan jaringan untuk tujuan manajemen. Guru harus mengetahui hardware dasar dan operasi perangkat lunak, serta aplikasi komputer lainnya. Guru harus mampu menggunakan teknologi dengan seluruh kelas, kelompok-kelompok kecil, dan kegiatan individu dan menjamin akses yang adil. Implikasinya adalah untuk pelatihan guru fokus pada pengembangan literasi digital dan penggunaan ICT untuk perbaikan profesional.

Pengetahuan Pendalaman

Tujuan kebijakan dari pendekatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kinerja dan diharapkan menambah nilai bagi masyarakat dan perekonomian dengan menerapkan pengetahuan mata pelajaran sekolah untuk memecahkan masalah yang kompleks yang dihadapi dalam kehidupan.

Guru dilibatkan dalam memahami kebijakan sehingga mereka dapat merancang  pembelajaran  secara khusus menerapkan kebijakan nasional dan mengatasi masalah yag menjadi prioritas . Guru harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang kebijakan nasional dan mampu merancang, memodifikasi, dan menerapkan praktik dikelas yang mendukung kebijakan ini. Membutuhkan perubahan kurikulum yang menekankan kedalaman pemahaman atas cakupan isi dan penilaian yang menekankan penerapan. Perubahan penilaian berfokus pada pemecahan masalah yang kompleks dan komprehensif penilaian ke dalam kegiatan yang sedang berlangsung dari kelas. Guru harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang subjek pembelajaran dan kemampuan untuk menerapkannya fleksibel dalam berbagai situasi. Mereka juga harus mampu menciptakan masalah yang kompleks sebagai ukuran pemahaman siswa.

Mengajar adalah dalam pendekatan ini berpusat pada siswa dan peran guru membimbing  siswa. Dalam peran ini guru harus memiliki keterampilan untuk membantu  siswa, melaksanakan, dan memantau rencana proyek dan solusi. Siswa menggunakan alat-alat teknologi terbuka yang khusus untuk daerah,seperti visualisasi dalam ilmu pengetahuan, alat analisis data dalam matematika, bermain peran simulasi dalam studi sosial subjek mereka. Guru harus dapat menggunakan sumber daya jaringan untuk membantu siswa berkolaborasi, mengakses informasi, dan berkomunikasi . Guru juga harus mampu menggunakan TIK untuk membuat dan memonitor rencana proyek siswa secara individu dan kelompok.

Guru harus mampu menciptakan lingkungan pembelajaran di kelas yang fleksibel. Dalam lingkungan ini, guru harus mampu mengintegrasikan kegiatan yang berpusat pada siswa dan fleksibel menerapkan teknologi untuk mendukung kolaborasi. Implikasi dari pendekatan ini untuk fokus pengembangan profesi guru pada penggunaan ICT untuk membimbing siswa melalui masalah yang kompleks dan mengelola lingkungan belajar yang dinamis. Guru harus memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk membuat dan mengelola proyek yang kompleks, berkolaborasi dengan guru lain, dan menggunakan jaringan untuk mengakses informasi dalam mendukung pengembangan profesionalisme.

Pengetahuan Penciptaan

Tujuan kebijakan dari pendekatan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas  siswa dalam pembelajaran sehingga di harapkan siswa mampu mandiri dalam menyelesaikan tugas-tugasnya dan mampu menghasilkan suau produk yang bermanfaat.

Guru harus tahu tentang proses berpikir yang kompleks kognitif, tahu bagaimana siswa belajar, dan memahami kesulitan menghadapi siswa. Mereka harus memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung proses-proses pembelajaran. Siswa bekerja dalam komunitas belajar dimana mereka terus terlibat dalam menciptakan produk-produk pengetahuan dan membangun kemandirian mereka sendiri dan keterampilan belajar

Sekolah diubah menjadi organisasi pembelajaran dimana semua pelaku pendidikan disekolah tersebut  harus terlibat dalam proses pembelajaran. Guru harus mampu memainkan peran kepemimpinan dalam menciptakan dan menerapkan visi sekolah mereka sebagai komunitas yang berbasis pada ICT. Intinya guru sendiri dituntut harus mengusai ICT dan mampu menerapkan didalam pembelajaran di kelasnya.

MODUL:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: